Oleh: griyaibu | 12 Mei 2009

IQ Anak,diskusi dengan seorang bapak asongan

Hari minggu tanggal 10 mei kemarin, aku sedang stand by di toko kami,ketika seorang bapak-bapak diatas 50-an ,dengan dagangannya memasuki toko kami.

“Siang bu, saya menawarkan kripik singkong pedas,boleh cicipi dulu kok..”

Suamiku paling senang dengan keripik singkong pedas,dan si sulung pun lagi ikut-ikutan meskipun wajahnya akn kemerahan memakannya…he..he..jadi apa salahnya beli?

Tapi Bapak itu ternyata tidak hanya berjualan, “Bu,boleh tanya sedikit ?”

“ya, boleh..ada apa pak?”

Dengan wajah bangga ,bapak itu bercerita”cucu saya memiliki IQ 127,no 2 dari seluruh anak TK Bandar Lampung.

“Apakah cucu saya bisa masuk ke SD Teladan ya bu?”

Aku terperangah sejenak, wah, memang jaman sekarang orangtua masih IQ minded,padahal banyak ahli yang menyatakan bahwa IQ bukan satu-satunya jalan menuju sukses.

Jalan menuju sukses adalah dengan memimpikan apa yang menjadi keinginanmu…wek!,just kidding..he..he..

Hal yang mendukung jalan menuju “sukses” (aku senang sekali memberi tanda petik pada kata ini,karena bagi aku “sukses” adalah relatif setiap orang…sangat blur sekali kalau kita hanya mendefinisikan sukses sebagai kekayaan materi) adalah EQ…nah ini pointnya.

“EQ cucu saya 358,bu” lanjut Bapak tua itu.

Aku ,tentu saja, dengan senang hati akan menjelaskan hal yang menjadi hobby ku ini.

Sepengetahuanku..ehm..IQ ada beberapa kategori:

1. 110-130 = Superior

2.131 – 139 = Gifted

3.141 – 159 =Genius

4.160 ke atas = Supra genius

dibawah 110 adalah normal dan tentunya ada juga yg disebut boderline,debil dan idiot.

Bagi anak-anak dengan IQ superior keatas, biasanya mereka sangat aktif .

Pelajaran disekolah biasa yang cenderung menggenaralisir anak,akan sangat membosankan bagi mereka.

Fatalnya, mereka jadi malas belajar karena situasi pembelajaran terlalu monoton,so,bisa jadi mereka malahan gagal.

Anak-anak semacam ini harus diberikan variasi belajar dan kegiatan yang lebih beragam.

Misalkan untuk anak-anak dibawah 7 tahun,kita bisa berikan permainan yang menantang/olah otak ,puzzle misalnya.

Sedangkan untuk EQ,kata para ahli ini lebih penting dalam  membantu anak mencapai “kesuksesan”.

Adapun EQ ada beberapa kategori:

1.550 – 600 = Perfect Performance

2.500 – 549 = Superior

3. 400 – 499 = Normal

4. 350 – 399 = Low Performance

5. > 350        = Underline

Wah…segini dulu ya,abis tugas sebagai Mommy Hommy memanggil.

Kita lanjutkan lain kali ya,aku sendiri berharap Bapak tua tadi bisa menjadi pembimbing buat cucunya ,motivator,bukan “pembeban” di pundak si cucu…:)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: