Oleh: griyaibu | 30 September 2010

sandal

memperkenalkan, sandal santai berbalut kain batik, dan terbuat dari anyaman eceng gondok.

harga murah meriah saja, yang dari kain batik Rp. 15.000,-

dan yang dari eceng gondok Rp.25.000,-

ayo buruan, keburu habis..

pesanan kami layani via telepon atau sms ke 08154065653.

Oleh: griyaibu | 28 September 2010

taplak meja makan bulat

taplak meja makan bulat ukuran diameter 180 cm, atau biasa dipakai untuk ukuran meja makan bulat 6 kursi.

bisa pesan, sesuai motif yang diinginkan.

harga Rp. 95.000,-

tersedia juga ukuran diameter 140 cm dengan harga Rp. 75.000,- dan 160 cm dengan harga Rp. 85.000,-.

Oleh: griyaibu | 27 September 2010

burgess nyusul rossi ke ducati..

inilah berita yang saya tunggu-tunggu,..principal mekanik Rossi di Fiat Yamaha -Jeremy Burgess- akhirnya turut serta pula Rossi gabung ke Ducati..

Seperti diberitakan okezone.com, Yamaha sudah mengkonfirmasi Burgess dan semua kru loyal Rossi akan mundur akhir musim ini. Mereka memilih mengikuti jejak The Doctor setelah sang juara bertahan MotoGP memutuskan untuk bergabung dengan Ducati, Juli kemarin.

Kabar bergabungnya Burgess pertama kali diunkap MCN, Sabtu (25/9/2010) malam WIB melaluitwitter.com/birtymotog, di mana Yamaha mendeklarasikan Burgess dan para kru tersebut akan hengkang.

Kendati demikian, bos Ducati Filippo Preziosi menjelaskan belum ada kesepakatan dengan kru Rossi di Fiat Yamaha tersebut. Namun, Preziosi tentu berharap semua negosiasi berlangsung dengan sukses.

“Saya pikir ada hubungan yang sangat kuat antara Burgess dan Rossi serta yang lainnya. Bagi saya, hal itu bisa dimaklumi mengingat sang pembalap menyukai kru tersebut. Dari sisi perusahaan, kami tahu kru itu sangat bagus,” jelas Preziosi.

Ketika ditanya apakah Burgess dan kru tersebut akan bergabung dengan Ducati di MotoGP 2011 mendatang? Preziosi kepada MCN, Minggu (26/9/2010) menjawab: “Saya pikir hal itu bakal terjadi.”

Dengan kedatangan Burgess dan staff lainnya, maka pihak Ducati juga telah mengkonfirmasi beberapa kru Casey Stoner akan mengikuti jejak Casey Stoner untuk bergabung dengan Honda musim depan.

kita tunggu aksi mereka tahun depan…

Oleh: griyaibu | 25 September 2010

lari pagi..

didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat..

didalam jiwa yang kuat terdapat pemikiran yang jernih..

didalam pemikiran yang jernih terdapat tindakan-tindakan yang positif..

beberapa hari ini, saya memulai lagi kegiatan pagi hari saya dengan LARI PAGI..awalnya sulit sekali untuk memulai membiasakan diri bangun pagi, memakai sepatu olahraga, kemudian ke lapangan olahrga untuk LARI PAGI. Tetapi saya paksakan diri untuk terbiasa dengan kegiatan baru ini, kata teman saya “olahraga mas, biar gak merasa jenuh di pekerjaan, supaya kelihatan fresh..”, juga terinspirasi oleh penasehat spiritual saya (hehe..bahasanya keren.), karena beliau rajin berlari di pagi hari  dan sanggup menyelesaikan 5-6 putaran penuh (saya baru bisa 2 putaran penuh..) arena jogging meski sekarang usianya menginjak 60th..(bener gak ya..??)

Lari adalah olahraga yang menyehatkan dan juga murah yang tak butuh perlengkapan rumit. Berlari bisa dilakukan oleh siapa pun, tua, muda, kaya dan miskin (hal yang sering terjadi pada saya sewaktu kecil…dikejar anjing tetangga..hehe..) Menurut penelitian para ilmuwan, lari pagi dapat mencegah penyakit stress dan depresi. Dr. Keith W. Johnsgard, seorang pelari marathon, psikolog, dan penulis buku the Exercise Prescription for Depression and Anxiety, mengatakan bahwa peningkatan aliran darah dapat membuat kita lebih tenang menghadapi stress dan meregangkan otot-otot. Selain itu para ahli percaya bahwa pengeluaran beta-endorphin selama berlari bisa membantu meningkatkan mood (semangat). Hal yang sama terjadi pada wanita yang akan melalui masa menopause.

manfaat lainnya, antara lain :

  1. membuat jantung kuat, dimana semakin memperlancar peredaran darah dan pernafasan,
  2. Mempercepat sistem pencernaan dan membantu Anda menyingkirkan masalah pencernaan,
  3. Menetralkan depresi,
  4. Membantu Anda membakar lemak dan mengatasi kegemukan
  5. Kalau Anda bermasalah dengan selera makan, lari pagi membantu Anda memperbaikinya,
  6. Mengencangkan otot kaki, paha dan punggung,
  7. Meningkatkan kapasitas untuk bekerja dan mengarahkan pada kehidupan yang aktif,
  8. Membuat tidur lebih nyenyak. (ini yang saya suka..)

Sekarang (sudah seminggu ini), saya jadwalkan dengan melakukan lari pagi 2 hari sekali. Yuk, mari berlari, supaya sehat dan bergairah, saya temani…

oleh dhona,

dari beberapa sumber.

Oleh: griyaibu | 23 September 2010

start again…

long time no see…with my blog…🙂

banyak hal telah terjadi, banyak pula berita terlewati..tapi terkadang kenangan tak tak mudah terlupa..

beberapa waktu lalu, tepatnya bulan mei 2010, kami mencoba peruntungan dengan membuka lapak baru ditempat yang baru pula yang -kami pikir- tempat yang sangat strategis dan bagus untuk usaha kami yang lain (mainan edukasi). tapi ternyata, dalam 3 bulan kami harus putuskan untuk tidak meneruskan kontrak…(hufftt..)

tetapi, kami tidak menyerah..dilain tempat, kami mendapatkan sebuah kios sebagai ganti lapak (tempat bazzar diluar kios) kami untuk usaha mainan edukasi ditambah baju-baju batik anak kami (tks to God) dan sekarang sudah memasuki bulan ke 3…(semoga terus berkembang..aminn)

Oleh: griyaibu | 19 April 2010

percaya diri itu penting

Temanku Whit adalah seorang pesulap profesional, dan ia disewa sebuah restoran di Los Angeles untuk bermain sulap tiap sore untuk menghibur pengunjung restoran sementara mereka makan. Suatu sore ia menghampiri sebuah keluarga, dan setelah memperkenalkan diri, ia mengeluarkan setumpuk kartu dan mulai beraksi. Ketika berhadapan dengan seorang gadis kecil yang duduk di meja tersebut, ia diberitahu bahwa Wendy, anak tersebut, adalah seorang gadis buta. Whit menyahut,”Tak apa-apa. Kalau dia mau, saya ingin mencoba suatu tipuan sulap.” Sambil berbalik pada si anak, Whit berkata, “Wendy, kamu mau membantu saya melakukan tipuan ini?”

Sambil malu-malu, Wendy mengangkat bahu dan berkata,”Mau”. Whit duduk di kursi di seberang Wendy, lalu berkata, “Saya akan menunjukkan sebuah kartu, Wendy, dan kartunya bisa berwarna merah dan hitam. Saya ingin kamu menggunakan kekuatan batinmu dan mengatakan apa warna kartu itu, merah atau hitam. Mengerti kan?” Wendy mengangguk. Whit menunjukkan kartu raja keriting dan berkata,”Wendy, ini kartu merah atau kartu hitam?”

Sesaat kemudiaan, si anak buta menyahut,”Hitam”. Keluarga itu tersenyum. Whit mengangkat kartu tujuh hati dan berkata,”Ini kartu merah atau kartu hitam?” Wendy berkata,”merah” Lalu Whit mengangkat kartu ketiga, tiga wajik dan berkata,”merah atau hitam ?” Tanpa ragu-ragu, Wendy berkata,”merah !”. Keluarganya tertawa dengan gugup. Whit mengangkat tiga kartu lagi dan Wendy menebak ketiganya dengan benar ! Keluarganya hampir tak percaya betapa jitu tebakannya.

Pada kartu ketujuh, Whit mengangkat lima hati dan berkata,”Wendy, saya ingin kamu menebak nilai dan jenis kartu ini. apakah hati, wajik, keriting atau daun.” Sejenak kemudian, Wendy menyahut dengan yakin, “kartunya lima hati” Keluarganya menghembuskan napas yang tertahan.

Mereka tercengang ! Ayahnya menanyakan pada Whit apakah dia menggunakan tipuan atau sulap sungguhan. Whit menyahut, “Bapak harus tanya sendiri pada Wendy” Si ayah berkata,”Wendy, bagaimana caranya?” Wendy tersenyum dan berkata. “Sulap!”. Whit berjabatan tangan dengan seluruh keluarga, memeluk Wendy, meninggalkan kartu namanya, lalu mengucapkan salam perpisahan. Jelas ia telah menciptakan saat gaib yang tak kan pernah terlupakan oleh keluarga itu. Pertanyaannya, tentu, bagaimana Wendy tahu warna kartu itu ? karena Whit belum pernah bertemu Wendy sebelum peristiwa di restoran itu, ia tentu tak bisa memberi tahu sebelumnya kapan ia akan mengeluarkan kartu merah atau kartu hitam. dan karena Wendy buta, tak mungkin ia bisa melihat warna atau nilai kartu saat Whit menunjukkannya. jadi bagaimana caranya?

Whit mampu menciptakan mukjijat sekali seumur hidup ini dengan menggunakan kode rahasia dan berpikir cepat. Pada awal kariernya, Whit menciptakan kode kaki untuk menyampaikan informasi kepada orang lain tanpa kata2. Ia belum sempat menggunakan kode itu sampai peristiwa di restoran itu. Saat Whit duduk di seberang Wendy dan berkata,” Saya akan menunjukkan sebuah kartu, Wendy, dan kartunya bisa merah atau hitam,” ia mengetuk kaki Wendy (di bawah kaki meja) sekali saat ia berkata “merah” dan dua kali saat ia mengatakan “hitam”

Untuk meyakinkan bahwa Wendy mengerti, ia mengulang tanda rahasia itu dengan berkata, “Saya ingin kamu menggunakan kekuatan batinmu dan katakan, apa warna kartu itu, merah (tuk) atau hitam (tuk tuk). Kamu mengerti?” Waktu Wendy mengangguk, ia tahu bahwa Wendy sudah mengerti kodenya dan mau ikut bermain. Keluarganya menganggap waktu Whit bertanya apakah Wendy “mengerti,” dia merujuk perintah lisannya. Bagaimana ia memberitahu kartu lima hati pada Wendy ? Sederhana. Ia mengetuk kaki Wendy lima kali untuk memberitahu bahwa kartunya bernilai lima. Waktu ia menanyakan apakah kartunya hati, daun, keriting atau wajik, ia memberitahu jenisnya dengan mengetuk kaki Wendy pada saat ia mengatakan “hati”

Sulap atau keajaiban sesungguhnya dari cerita ini adalah efeknya pada Wendy. PERISTIWA ITU BUKAN HANYA MEMBERINYA KESEMPATAN UNTUK BERSINAR SEJENAK DAN MERASA ISTIMEWA DI DEPAN KELUARGANYA, TAPI JUGA MEMBUATNYA MENJADI SEORANG BINTANG DI RUMAH. DIA YANG SELAMA INI MERASA MENJADI BEBAN DALAM KELUARGANYA, KINI MERASA SEJAJAR DENGAN MEREKA KARENA PERISTIWA ITU.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, Whit menerima sebuah paket dari Wendy. Isinya satu set kartu Braille, bersama sepucuk surat. Di dalam surat itu, Wendy berterima kasih karena Whit telah membuatnya merasa istimewa, dan menolongnya “melihat” untuk beberapa saat. WALAUPUN HINGGA SAAT ITU WENDY TETAP TIDAK BISA MELIHAT, NAMUN SULAP WHIT TELAH MENUMBUHKAN KEPERCAYAN DIRINYA YANG SELAMA INI HILANG. Wendy menutup isi suratnya dengan berkata bahwa ia ingin Whit menerima kartu braille tersebut supaya ia bisa memikirkan sulap lain untuk orang buta.

Sumber: milis Voice of Heart yang disadur dari Chicken Soup for The Soul by Michael Jeffreys, semoga menginspirasi

Oleh: griyaibu | 2 Maret 2010

liburan…

beberapa hari yang lalu, tanggal 27 februari 2010 tepatnya, kami berlibur.

dengan beberapa teman dekat dan karyawan, kami berlibur di salah satu tempat wisata di Bandar Lampung, Bumi Kedaton. sejenak kami meninggalkan rutinitas, kegiatan bisnis kami untuk rehat, sharing, bergembira, menikmati beberapa ‘permen’ kami. sekaligus untuk mengucap syukur kepada Sang Khalik atas ulang tahun ‘kepala suku’ kami, Ferry Andi dan usaha-usaha yang kami kerjakan saat ini, yaitu GRIYA IBU textile housewares, NANINUNENO mainan edukasi dan batik anak, dan PRYDE BATIK toko online dan offline busana batik.

semoga sukses dan terus berkembang,

dhona

Oleh: griyaibu | 23 Februari 2010

I cried for my brother six times

tulisan ini saya sunting dari kiriman seorang teman di Voice of Heart,

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang
mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat dikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.”Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!” Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. sudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? … Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah >dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku.” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.” Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang.”

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab,tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?”

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?”

Mata suamiku dipenuhi air mata,
dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah:
“Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?”
Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

sebuah cerita penuh inspirasi,
Diterjemahkan dari : “I cried for my brother six times” – forum kaskus

Oleh: griyaibu | 9 Februari 2010

hem

inilah beberapa contoh baju batik yang kami jual. tentang hem (dalam bahasa pekalongan, hem adalah kata untuk baju pria lengan pendek sedangkan kemeja adalah kata untuk baju pria lengan panjang) terbuat dari bahan katun  dengan pengerjaan sistem cap dan celup, harga mulai Rp. 25,000- sampai dengan Rp. 55,000,-

untuk aneka blus atau atasan wanita akan kami tampilkan berikutnya, jadi ditunggu saja ya.

oya, kami juga menerima pesanan seragam batik untuk kantor dan keluarga.

info lebih lanjut supaya lebih jelas, silahkan mengunjungi kami di Komplek Bazar lantai 2 Simpur Center, Bandar Lampung, atau di http://www.prydebatik.com

salam, dhona

Oleh: griyaibu | 4 Februari 2010

prydebatik offline store

Waahhh..lama tidak update status blog ini, kangen…..

kami persilahkan bagi teman-teman yang sudah lama menunggu kedatangan baju-baju batik berkualitas dengan harga terjangkau untuk datang dan berbelanja di toko kami di Komplek Bazzar Simpur Center lantai 2 Bandar Lampung. bagi teman-teman yang ada di luar Bandar Lampung kami persilahkan untuk mengunjungi www.prydebatik.com

tersedia blus wanita, kemeja batik, dan  kaos-kaos batik kasual.

mari…

/dhona

Older Posts »

Kategori